Siang itu matahari cukup
terik hingga sinarnya menyilaukan mata, seorang
anak perempuan berjalan melewati lorong-lorong antara rumah-rumah penduduk,
sambil menghisap-hisap es lilin. Gadis cilik itu bernama Irma Ayu Pratiwi, yang
biasa dipanggil Irma.
Dari salah satu rumah yang
dilewati Irma, terdengar suara yang memanggil namanya. Karena merasa mendengar
ada yang memanggil namanya, Irmapun menoleh dan mencari-cari arah datangnya
suara itu dengan kedua bola matanya. Ternyata Cika yang memanggil Irma. Irmapun
langsung menghampiri Cika.
“Kamu dari mana Irma?” tanya Cika.
“dari beli es di warung mbok
Tyah, emm... enak sekali, segggeeerrrrrr...” jawab Irma menjelaskan,
memuji-muji kelezatan es yang baru ia beli.
“Iya, pasti enak, apalagi
disiang yang panas seperti ini” kata Cika membenarkan perkataannya Irma.
Pandangan mata Cika tak lepas dari Irma
yang menghisap-hisap ujung kantung
plastik yang berisi es yang berwarna coklat itu. Tanpa disadarinya, ternyata Cika
mengecap-ngecapkan lidahnya sambil sekali-sekali menelan ludahnya sendiri.
“Ya iyalah, kamu mau ? beli
sendiri sana !” kata Irma dengan nada sedikit menyuruh.
“Tapi aku tak punya uang, uang
pemberian ibu sudah aku masukan celengan semua.” Jelas Cika.